Tiba-tiba jam 6.30 petang tadi aku terasa hiba. Entah kenapa hati terasa sayu. Aroma padang pasir yang kami nikmati tepat setahun yang lalu - kalendar hijrah - menerjah ke hidung. Pada hari yang sama, 1428H, kami berangkat dengan hati yang berat meninggalkan Tanah Suci Makkah al-Mukarramah. Menuju ke Madinah al-Munawwarah. Namun ada rasa girang terselit di dalam hati kerana akan menjejakkan kaki ke bumi yang mengandungkan jasad Rasulullah SAW. Kisah lanjutnya tentang ini akan direkodkan pada edisi lain, insyaAllah.
Apa yang lebih menghunjam otak dan fikirku kali ini adalah 'tema' sambutan tahun baru hijrah kali ini. Jauh di sudut aqal cuba menafsirkan rahsia di sebalik rahsia akan tema yang Allah swt gariskan menjelang 1 Muharram 1430H kali ini.
1. Kedahsyatan dan kelaknatan Yahudi terpapar jelas melangkaui mana-mana rekod sejarah ketamadunan. Fe'il Yahudi yang berlebihan ini Allah perlihatkan untuk apa? Dan kita di sini masih mewarisi dan mengagungkan hasil mahsul strategi Yahudi untuk apa? Masih bergayut berpengecutan dengan konco-konco syaitan ini untuk apa? Dan masih mengeluarkan kenyataan 'perdamaian' untuk apa? Meredhaikah? Atau dayuskah pemegang-pemegang amanah ini. Malah lebih hina mewarisi modus operandi Yahudi ini dalam berniaga & berpolitik.
2. Munculnya hasil nukilan musyrik yang menghina Allah dan Rasulnya di bumi negara Islam ini sendiri. Tidak kiralah muslim murtad, mahupun kuffar la'natullah yang mencoretkannya, mentadbir kita kepada satu suasana yang menunjukkan tipisnya rasa takut mahupun hormat 'rakyat' negara ini terhadap 'kekuasaan' pemerintah di bumi 'aman damai' ini. Satu kecelakaanlah buat pimpinan jika thiqah rakyat tidak lagi wujud terhadap kuasa umara' ini. Jauh sekali menghormati hikmah bicara ulama. Siapakah yang mengepalai semua ini. Yang menjadi teladan kebebalan ini jika bukan manusia Islam yang saling bercakaran di khalayak. Dan kini ia sedikit demi sedikit memamah keseimbangan sunnatullah, dan bakal membawa kegawatan ke seluruh ummah tidak kira bangsa dan agama. Wal'iyazubillah.
3. Sorotan 2008 yang ditonton sebentar tadi di TV3 yang tidak kurang hebatnya dalam persaingan menjulang anugerah munafiq terulung dengan rakan RTMnya. Memaparkan segala keaiban negeri diperintah PR!. Semenjak dahulu dan beberapa hari ini memang itulah modus operandinya. Namun persoalannya, apakah keuntungannya pada hari akhirat? Menyemai rasa benci rakyat pada pentadbir yang dipilih secara adil? Melahirkan golongan bughah? Menyemai rasa benci terhadap imej Islami dan pakatan majmu'? Memecahbelahkan keharmonian yang sedang disemai dengan berpeluh jerih dengan tidak sampai setahun memerintah tanpa dokongan pelbagai jentera tunggangan?. Israelkah ini? Yahudikah ini?
Modus operandinya sama. Berlebih-lebihan dalam bertindakbalas. Pilihlah, Munafiq, atau Yahudi. Saya tidak peduli dengan apa yang Barisan Nasional dapat. Bayarlah harganya di akhirat kelak. Namun, simpati masih mendalam terhadap manusia Islam, pengamal media mahupun penontonnya yang menerajui , menggerakkannya, menyebarkannya, mempercayainya dan mendokongnya. Ingatlah,bukan hanya arak dan babi yang haram dalam Islam. Amal sebegini juga haram, berdosa, dan al-fasiquun ini harus cepat memilih persimpangan sebenar mereka kini. Dunia tidak lagi tertanggung kedajalan yang makin meluas.
4. Polemik hudud. Dengan 'kegawatan' suasana hari ini, ketentuan Allah menjadi subjek perdebatan. Saya sendiri belajar tentang pendetailan syari'ah ini, baik hudud, qisas, ta'zir. Cuma yang saya tidak diajar; memperdebatkannya, mempertaruhkannya, dan memanipulasinya untuk apa-apa tujuan sekalipun. Kaedahnya jelas, HANYA LAKSANAKANNYA. Bincang pada pendekatan. Pujuk pada hikmahnya. Bukan menjadi pak nujum meramalkan kesannya pada manusia & tumbuhan. Atau meletakkanya pada bahu Islam yang lain. Apakah kita ini bukan Islam? Sehingga perlu orang lain yang lebih Islam (?) untuk melaksanakannya? Yakinlah, bahawa hukum Allah tidak memerlukan kompromi dan angguk sesumpah golongan kuffar, mahupun munafiq. Samalah statusnya Yahudi, dan Nasara yang sekali-kali tidak akan redha pada kita, melainkah kita mengikut jejak langkah mereka! Dan adakah itu yang sedang kita tunjangi?. Sudahlah, cukuplah gula dan manisannya. Tumpukanlah pada juadah utama. Jika tak mampu menyuap dan mengunyah, usahlah salahkan resipi, terima sahajalah diri sudah tidak mampu dan tidak layak!
Sahabat sekalian, tak mahu terlajak panjang, tetapi bila Allah sudah 'ke hadapankan' kepada kita TEMA TAHUN 1430H ini, sewajarnya bukan harta dan pangkat yang membuai kita, tetapi amal tajdid yang mampu mengubah NASIB 'KAUM' ini.
Apa yang pasti,aku rindukan 'kekalutan' dan kehangatan Tanah Suci Makkah. Namun di sebalik semua itu terkandung kedamaian haqiqi penghambaan terhadap Allah swt. Berbanding 'keamanan kosmetik' berteras sempadan geografi yang terlalu banyak menagih titisan keringat dan darah hamba-hamba Allah, tanpa sedar..
Wallahua'lam.
Members of FitrahZH
Ahlan wasahlan!
FitrahZH is a family of Z,H, Nufayl, Nuha & Fudhayl
Ummu Nufayl is a young Muslimah & Career Mom to beloved son, Aleef Nufayl, adorable daughter, Fatma Nuha and latest, Fudhayl Nashwan. Loves Art & Literature, Math. She serves as Communication Engineer in a telecommunication company.
She has so many passions and likings. Besides all-time hobby; reading, writing, she loves cooking, sewing, home-deco & also photography! Basically, she loves in beauty. Currently, she focus on sewing. Isn't the craft beatiful? She writes from heart. Share with her.
Sometimes, Abu Nufayl also writes - politics, fikrah, tazkirah, tazkiyyah and sometimes, anything he likes (suka hati dia).
She is originly from Perlis & he is from Kelantan. Now stay at Aman Perdana, Klang.
Blog Archive
-
►
2009
(51)
-
►
January
(14)
- Minda Separuh Sedar Berbahas...
- Projek Tudung DIY
- WEEKEND HIGHLIGHT : 2 STORIES
- Laba Nyawa dari Gaza
- Yang Turquoise...Yang Kedua :)
- MUTAKHIR Penjual minyak angin hancur dilanggar lor...
- Abu Nufayl MC hari ni...jadi, Ummu Nufayl boleh me...
- WEEKLY HIGHLIGHT - 18 JAN 2009 : KELAS TUDUNG DIY
- Alkisah Laman Sakinah FZH
- Sejak 2 hari sebelum tahun 2009 menjelma, pelbagai...
- WALIMAH IKA ++ JALAN-JALAN DI BUMI HANG TUAH
- Nufayl dan Kelas 5 Tahun
- 01012009 : Iqra'!
-
►
January
(14)
Labels
- bicara siasah (15)
- bisik rasa (65)
- book review (6)
- breastfeeding (4)
- CasaFZH (4)
- da'wah (27)
- deco (2)
- hajj (25)
- hobi (6)
- holiday (1)
- intel97 (5)
- islamic (3)
- islamik (19)
- issa (1)
- isu semasa (20)
- laman (1)
- life (75)
- links (1)
- makan (2)
- masak-masak (3)
- memori (8)
- nufayl (19)
- nuha (16)
- Palestin (1)
- parenting (11)
- pda phone (2)
- penulisan (7)
- perlis (2)
- Pesta Buku (5)
- photography (4)
- pregnancy (16)
- projek jahit (10)
- promo (3)
- ramadhan (1)
- raya (2)
- Rihlah Ibn Battutah (1)
- saakinah (4)
- sahabat (8)
- sajak (1)
- self (6)
- siasah (5)
- sirah (1)
- suka-suka (2)
- tag (1)
- tagging (3)
- tazkirah (22)
- tazkirah?? (7)
- tazkiyah (2)
- tok (1)
- travel (2)
- tudung diy (5)
- tv (1)
- ucapan (7)
- Ummu Nufayl (1)
- usrati (71)
- work (4)
0 comments:
Post a Comment
Post a Comment